Ketika Ia pergi...


Sungguh tak terbayangkan bahwa hari itu adalah hari terakhir melihat mu...

Tak terbayangkan betapa banyak penyesalan yang akan datang setelah itu dan setiap momen yang berlalu tak akan pernah kembali karena waktu terus bergegas pergi tanpa pernah kembali :(

Malam sebelumnya kita masih berjumpa, masih berbincang walau tidak terlalu banyak berkomunikasi karena rasa sakit yang sepertinya amat begitu berat yang kau rasakan...

Tak putus doa kupanjatkan agar dirimu tetap bersama kami, berharap kesembuhan dan engkau masih berkumpul disini, saat ini :(

Rupanya Sang Maha Pencipta lebih menyayangimu daripada kami, meringankan sakitmu, menghilangkan beban hidup dipundakmu...

Sungguh saat itu merupakan saat terakhir harapan itu ada didalam dada ini, didalam fikiran ini, setelah itu semangat itu tiada lagi, harapan seakan hancur berkeping" dan hidup bagaikan perahu yang tak tentu arah terombang ambing oleh derasnya ombak.

Andai waktu dapat terulang, andai setiap momen dapat kembali, amat sangat ingin memelukmu dengan kerinduan, amat sangat ingin menciummu dengan rasa yang teramat dalam yang tidak dapat diungkapkan dengan kata"... tapi saat ini itu hanya sebuah khayalan, sebuah penyesalan yang tidak berujung...

Saat ini saudarimu pindah kembali kekampung halamannya, diantarkan oleh anak, menantu dan cucu"nya, amat berbahagia karena harapan akan kehidupan yang lebih baik dan setiap waktu dapat berjumpa kembali.

Saat itu aku mengantarkanmu kekampung halamanmu, tapi dengan mobil jenazah dan kesedihan yang amat sangat, amat hancur hati ini, berkeping" rasa ini karena itu hari terakhir aku melihatmu...

Kucium dan kupeluk dirimu dengan perasaan tak karuan, hancur, sedih, penuh keputus asaan tapi bercampur harap tempat terbaik bagimu kelak, diampuni dan diterima setiap amalanmu ketika hidup...

Hingga saat ini masih tak percaya jika kepergianmu untuk selamanya, tak ada lagi senyuman, tak ada lagi nasehat tak ada lagi impian untuk membahagiakanmu, mewujudkan impianmu... semua hilang bagaikan sia" sgala yang aku impikan untuk membahagiakanmu, karena saat ini tak akan ada lagi dirimu disini...


Semoga Engkau Berbahagia Disana Ibu...

"Rabbighfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghiran"

Comments

Popular posts from this blog

Ketika Suara Pedati Itu Tak Terdengar Lagi