Hari Ini, hari pertama puasa ramadhan ditahun ini...


 

Alhamdulillah, sungguh senang bisa kembali dipertemukan dengan bulan penuh kemuliaan, dimana smua dosa diampuni, pahala dilipatgandakan dan setan" diikat...

Kalimat pembuka diatas adalah benar adanya, tapi tidak tepat jika ditafsirkan secara langsung, banyak yang salah kaprah mungkin yang diartikan oleh banyak orang dengan kalimat diatas

Suasana ramadhan yang begitu indah begitu kental dengan nuansa beribadah yang pastinya setiap kaum muslimin berlomba untuk dapat melakukan amalan terbaiknya pada bulan ini, menghindari segala hal yang dapat memakruhkan puasa apalagi yang terang terangan dapat merusak pahala puasa begitu amat sangat dihindari...

Pagi itu, disebuah jalan yang lumayan agak padat, ketika itu saya melewati sebuah rumah makan yang amat santun, berhijab menutup sebagian penampakan didalamnya dengan kain, setengah keatas tidak terlihat, hanya beberapa cm kebawahnya yang membuat terlihat jelas penampakan didalamnya, kaki" para pengunjung yang tidak berpuasa dan terlihat bergelayutan dikursi :D

yang menggelitik, seorang anak yang berjalan memegang tangan ibunya melewati rumah makan tersebut, lalu tiba tiba berhenti dan menarik-narik tangan ibunya, "ibu ibu, itu kaki siapa kok banyak kaki ga ada orangnya?"tanya si anak
"Oh.. itu kaki syaithon yang tidak berpuasa... sudah jangan dekat dekat nak"...
"Katanya Syaithon dibulan ramadhan diikat bu, kok masih ada...". sianak bertanya balik.
 bingung untuk menjawabnya, siibu lantas mempercepat langkahnya sambil berlalu dan menjawab ""hus hus... sudah sudah nanti syaithonnya dengar ayo kita pergi", dan benar saja, tiba" yang tadi hanya terlihat kaki yang bergelayutan lalu ada kepala yang mengintip dari dalam, hahahaha....
"Lah, Syaithonnya Mengintip". gumamku dalam hati.. hahaha...

Syaithon memang tidak diikat, yang dimaksud syaithon diikat adalah keadaan dimana kaum muslimin yang berpuasa, bukan cuma menahan lapar dan dahaga, menunggu saat berbuka dengan status berpuasa. Berpuasa untuk tidak makan dan minum disiang hari itu wajib, tetapi ketika berpuasa menahan lisannya dari menyakiti hati orang itu harus, berpuasa untuk menahan sikap buruknya utnuk menjadi pribadi yang lebih baik juga baiknya dilakukan, serta tidak melakukan segala hal yang dapat membatalkan puasanya adalah hal yang paling utama ia usahakan hingga bedug maghrib nanti.

Penggalan cerita diatas adalah ketika bulan ramadhan beberapa tahun yang lalu, tapi saat ini, hal tersebut sudah jarang terjadi, bukan karena tidak adalagi yang tidak berpuasa secara sembunyi sembunyi, tapi karena sekarang begitu banyaknya orang yang notabene merupakan seorang muslimpun tapi ia makan minum dimuka umum tanpa rasa malu, tanpa rasa takut, merokok seakan" tanpa rasa bersalah ditempat" umum, mungkin tidak menyadari bahwa hari ini adalah hari ketika seluruh kaum muslimin berpuasa dan tidak sepantasnya makan minum dimuka umum, sebagai bentuk rasa saling menghormati dan toleransi satu sama lain.

"Tetap Semangat.." Bagi kaum muslimin yang menjalankan puasa hari ini, hingga bulan ramadhan berakhir nanti, semoga puasa kita lebih berkah, dan terhindar dari segala hal yang memakruhkan atau bahkan membatalkannya..

Happy Ramadhan 1437H...   

Comments

Popular posts from this blog

Ketika Suara Pedati Itu Tak Terdengar Lagi

Ketika Ia pergi...